Sejarah Perkembangan Muka Bumi (TRI RUMHADI,M.Pd)

on Rabu, 30 Maret 2011

A. SEJARAH PERKEMBANGAN MUKA BUMI (PANGEA, GONDWANA)

Teka-teki Jigsaw itulah yang terpikir oleh orang kalau mereka melihat peta dunia. Doronglah peta Eropa dan Afrika melewati peta Atkantik, maka sesuailah dan benar-benar sesuai letak garis pantai kedua benua itu dengan garis pantai benua Amerika. Putarlah letak India, Australia dan Antartika, maka akan kita dapati bahwa garis pantainya cocok. Benua-benua itu seperti bagian-bagian teka-teki mozaik – gambar (jigsaw) raksasa. Para ahli mengemukakan bahwa, di dalam sejarah bumi pada jaman dahulu, benua-benua saling berhubungan dan kemudian terpecah-pecah dengan dahsyat. Pada abad 19 ide ini di dukung oleh penelaahan geologi dan bentuk kehidupan yang terdapat di kedua sisi Atlantik, yang menunjukkan banyak kesamaan.

1. Teori Apung Benua

Alfred Lothar Wegener berpendapat bahwa celah yang terjadi di Atlantik, Samudra Hindia dan lautan di sebelah selatan bukanlah disebabkan suatu bencana, tetapi terjadi dengan perlahan-lahan dan bertahap, dalam cakupan masa geologi. Pendapat yang diakui mengenai adanya kesamaan bentuk, kesamaan geologi, dan kesamaan beberapa makhluk yang hidup di pantai seberang sebenarnya didukung Wegener dengan suatu argumentasi hasil survai yang menyatakan bahwa Greenland bergerak ke arah daratan Eropa dengan kecepatan yang dapat di ukur. Lebih jauh, Wegener menambahkan bahwa karena bumi merupakan suatu bola yang berputar, maka terjadilah kekuatan yang mendorong benua-benua ke arah katulistiwa.

Dia menyimpulkan bahwa semua benua masa sekarang, pada jaman dahulu pernah bergabung menjadi sebuah benua besar yang disebut “Pangea”.

Pangea, yang sebagian besar terbentuk dari batuan granit, terapung pada batuan basalt yang mengelilinginya (granit lebih ringan dari pada basalt) seperti es terapung. Kemudian Pangea terpecah-pecah, kepingannya hanyut kemana-mana.

Adapun titik tolak teori Wegener tersebut adalah:

a. Adanya persamaan yang mencolok antara garis kontur pantai Timur Benua Amerika Utara dan Selatan dengan garis kontur pantai barat Eropa dan Afrika. Kedua garis yang sama tersebut dahulu adalah daratan yang berimpitan. Itulah sebabnya formasi geologi di bagian yang bertemu itu sama.

Keadaan ini telah dibuktikan kebenarannya. Formasi geologi di sepanjang pantai Afrika Barat dari Sierra Leone sampai tanjung Afrika Selatan sama dengan apa yang ada di Pantai Timur Amerika, dari Peru sampai Bahia Blanca.

b. Daerah Greenland sekarang ini bergerak menjauhi daratan Eropa dengan kecepatan 36meter/tahun, sedangkan kepulauan Madagaskar menjauhi Afrika Selatan dengan kecepatan 9 meter/tahun. Menurut Weneger, benua-benua yang sekarang ini, dahulunya adalah satu benua yang disebut dengan benua Pangea. Benua tunggal itu mulai memecah karena gerakan benua besar di selatan baik kearah barat maupun ke utara menuju Khatulistiwa. Dengan peristiwa tersebut maka terjadilan hal-hal sebagai berikut:

1) Bentangan-bentangan samudera dan benua-benua menggapung sendiri-sendiri.

2) Samudera atlantik menjadi semakin luas karena benua Amerika masih terus melangsungkan gerakannya ke arah barat. Dengan demikian terjadi lipatan kulit bumi yang menjadi jajaran pegunungan utara-selatan yang terdapat di depanjang pantai Amerika Utara Selatan.

3) Adanya kegiatan seismik yang luar biasa di sepanjang Patahan St, Andreas dekat pantai Barat Amerika Serikat.

4) Batas samudera Hindia makin mendesak ke Utara. Anak Banua India semual di duga agak panjang tatapi karena gerakannya ke utara maka india makin menyempit dan makin mendekat ke Benua Eurasia. Proses tersebut menimbulkan lipatan pegunungan Himalaya.

Benua-benua sekarang ini pun masih terus bergerak. Gerakan itu dapat dibuktikan dengan makin melebarnya celah yang terdapat di alur dalam samudera.

2. Descartes

Ia mengemukakan teori kontraksi yang kemudian diteruskan oleh Suess. Menurut Rene Descartes (1696-1650), bumi kita makinsusut dan mengkerut karena pendinginan. Karena itu, terjadilah gunung-gunung dan lembah-lembah. Teori ini mendapat dukungan para ahli geologi.

3. Edward Suess

Edward Suess (1831-1914) melanjutkan teori Descartes. Akan tetapi, Suess menyatakan bahwa persamaan geologi yang terdapat di Amerika Selatan, India, Australia, dan Antartika disebabkan oleh bersatunya daratan-daratan itu pada awal mulanya yang merupakan satu benua dan disebut Benua Gondwana. Benua yang besar itu sekarang tinggal sisa-sisanya saja, karena bagian lain sudah tenggelam di bawah permukaan laut.

GEO ACTIVITY

1. Menurut Teori Tektonik Lempeng, mengapa bisa terjadi gerakan benua ? Apa dampaknya terhadap perubahan bentuk muka bumi ?

2. Bagaimanakah hasil dari Tim Peneliti Amerika untuk membuktikan kebenaraqn teori Alfred Lothar Wegener ?

C. DESKRIPSI KARAKTERISTIK PERLAPISAN BUMI

Berdasarkan penelitian yang dilakukan ahli geofisika, terutama dengan metode seismik, bagian dalam bumi dapat diketahui. Secara umum, berdasarkan kecepatan perambatan gelombang primer (P) dan gelombang sekunder (S), bumi dibagai atas beberapa lapis.

1. Kerak Bumi

Kerak bumi merupakan bagian terluar dari bumi. Ketebalan lapisan ini bervariasi mulai dari 8 km ( kerak samudra ) hingga 40 km ( kerak benua ).

Kerak bumi merupakan selubung tipis yang menyelimuti bumi dan berbentuk lempeng-lempeng kaku yang selalu bergerak. Komposisi penyusunan kerak bumi berbeda antara tempat yang satu dengan tempat lainnya. Hampir 95% kerak bumi tersusun atas batuan beku atau batuan metamorf yang berasal dari batuan beku. Kerak benua umumnya tersusun atas batuan granit yang memiliki kepadatan rendah. Adapun kerak samudra umumnya tersusun atas batuan basalt yang memiliki kepadatan tinggi. Lapisan paling atas kerak bumi umumnya ditutupi oleh sedimen tipis dan batuan sedimen.

Secara umum, kepadatan batuan penyusun kerak bumi kurang dari kepadatan batuan penyusun lapisan bumi yang lebih dalam. Karena itulah kerak bumi dapat mengapung di atas mantel. Antara lapisan kerak bumi dan lapisan mantel dibatasai oleh lapisan yang disebut diskontinuitas mohorovicic atau yang biasa disebut lapisan moho. Lapisan ini ditemukan melalui penggunaan metode seismik pada tahun 1909.

2. Mantel

Lapisan mantel merupakan lapisan tebal yang terletak di antara kerak bumi dan inti bumi. Sekitar 80% volume bumi merupakan mantel. Para ahli geologi meyakini bahea lapisan ini tersusun atas mineral besi dan magnesium silikat. Lapisan mantel dapat dibagi lagi menjadi lapisan mantel atas yang bersifat agak cair dan lapisan mantel bawah yang bersifat padat.

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa mantel bumi dipengaruhi oleh aeus konveksi. Temperatur dan tekanan di dalam mantel bumi sangat tinggi sehingga batuan padatpun dapat bergerak mengapung walaupun gerakan tersebut berlangsung sangat lambat.

3. Inti

Inti bumi adalah lapisan bumi terdalam dengan batuan yang paling padat dibandingkan dengan lapisan lainnya. Para ahli geologi berpendapat bahwa inti bumi terutama tersusun atas logam besi dan nikel. Inti bumi dapat dibagi lagi menjadi inti luar dan inti dalam. Inti luar (kedalaman 1.891 – 5.150 km) bersifat cair. Adapun inti dalam dimana tekanan sangat besar, merupakan lapisan yang bersifat padat. Besarnya tekanan di lapisan ini menyebabkan logam besi dan nikel tetap berada pada kondisi padat sekalipun temperatur di bagian ini sangat tinggi.

Perlapisan bumi juga dapat dilakukan berdasarkan sifat fisiknya. Berdasarkan sifat fisiknya lapisan kulit bumi dapat dibedakan atas :

a. Lapisan Litosfer

Lapisan ini berada pada bagian paling atas muka bumi dengan ketebalan sekitar 100 km. Batuan yang menyusun lapisan litosfer merupakan batuan yang kaku, kuat dan dingin.

b.Lapisan Astenosfer

Lapisan ini berada pada kedalaman antara 100 hingga 350 km. Di zona ini temperatur batuan mendekati titik lelehnya, sehingga lapisan ini merupakan lapisan yang lemah, mudah terdeformasi, panas dan bersifat plastis. Di lapisan inilah terdapat zona kecepatan rendah, dimana gelombang P dan gelombang (S) merambat dengan kecepatan sangat rendah.

c. Lapisan Mesosfer

Lapisan ini berada di antara lapisan batas mantel inti dan lapisan astenosfer (kedalaman sekitar 350 km di bawah permukaan bumi). Walaupun temperatur di lapisan ini sangat tinggi, batuan di dalamnya tetap bersifat padat karena mengalami tekanan yang luar biasa besar.

D. TEORI LEMPENG TEKTONIK DAN PERSEBARAN GUNUNG API DAN GEMPA BUMI

1. Gerakan Lempeng

Inti Teori Lempeng Tektonik ialah bahwa bumi kita yang padat ini sebenarnya terdiri atas sekitar selusin lempengan-lempengan tipis dan kaku. Lempengan yang disebut litosfer ini berada pada lapisan astenosfer yang selalu bergerak. Lempeng-lempeng ini selanjutnya mengalami perusakan dan pembangunan kembali melalui gerakan mendorong, menggilas, menunjam, juga saling menjauh yang berlangsung terus menerus.

Di beberapa tempat, lempengan-lempengan tersebut bergerak saling menjauh (divergent), dan terjadi lantai samudra baru, punggung-punggung samudra diantaranya menjadi batasnya. Jika lempengan-lempengan itu bergerak saling mendekat dan bertabrakan (convergent) serta tumpang tindih, gunung-gunung muda, busur-busur, dan palung-palung akan menjadi batasnya. Adapula gerakan lempeng litosfer yang saling bergesekan secara mendatar, maka pada bidang batasnya akan ditemui patahan atau sesar mendatar (keretakan transformasi).

Teori lempeng tektonik menjelaskan bahwa benua-benua itu seperti rakit yang membeku di dalam es dari suatu arus yang mengalir, terseret bersama dasar samudra di sekitarnya di dalam lempeng-lempeng raksasa.

Terdapat 6 lempeng utama :

a. Lempeng Amerika, terdiri dari Amerika Utara dan Selatan serta setengah dasar Samudra Atlantik bagian barat.

b. Lempeng Afrika, terdiri dari Afrika dan sebagian besar dasar samudra sekitarnya.

c. Lempeng Eurasia, terdiri dari Eropa, Asia dan dasar laut disekitarnya

d. Lempeng Antartika, terdiri dari Antartika dan laut disekitarnya

e. Lempeng India, terdiri dari India, Australia dan semua dasar laut diantara lempeng-lempeng itu.

f. Lempeng Pasifik, mendasari samudra Pasifik

Berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa wilayah-wilayah yang berada di batas lempeng merupakan wilayah yang memiliki banyak gunung api dan daerah rawan gempa.

2. Persebaran Gunung api

Menurut catatan para ahli vulkanologi, di Indonesia terdapat tidak kurang dari 400 gunung berapi, tetapi yang masih aktif kira-kira 80 buah saja. Adapun sisanya adalah gunung api yang sudah tidak aktif atau dalam fase istirahat. Persebaran gunung api di Indonesia membentuk busur yang sejajar dengan palung dasar samudra yang merupakan tempat-tempat di mana lempeng litosfer saling bertemu, menukik dan menyusup.

Ada tiga sistem pokok penyebaran pegunungan yang bertemu du Indonesia, yaitu Sistem Sunda, Sistem Busur Asia, dan Sistem Sirkum Australia.

a. Sistem Sunda

Sistem ini dimulai dari Arakan Yoma di Myanmar, sampai ke Kepulauan Banda di Maluku. Panjangnya + 7.000 km. Terdiri dari 5 busur pegunungan, yaitu :

1) Busur Arakan Yoma, berpusat di Shan (Myanmar)

2) Busur Andaman Nicobar, berpusat di Mergui

3) Busur Sumatera-Jawa, berpusat di Anambas

4) Busur Kepulauan Nusa Tenggara, berpusat di Flores

5) Busur Banda, berpusat di Banda

Sistem Sunda terbagi atas dua busur, yakni : busur dalam yang vulkanis, busur luar yang tidak vulkanis, yang terletak di bawah permukaan laut.

c. Sistem Busur Tepi Asia

Sistem ini dimulai dari Kamsyatku melalui Jepang, Filipina, Kalimantan, dan Sulawesi. Di Filipina busur bercabang tiga, yakni :

1) Cabang pertama : dari Pulau Luzon melalui Pulau Palawan ke Kalimantan Utara.

1) Cabang kedua : dari Pulau Luzon melalui Pulau Samar ke Mindanau dan kepulauan Sulu.

2) Cabang ketiga dari Pulau Samar ke Mindanau, Sangihe ke Sulawesi.

c. Sistem Sirkum Australia

Sistem ini dimulai dari Selandia Baru melalui Kaledonia Baru ke Irian. Bagian Utara dari sistem pegunungan ini bercabang dua, yakni :

1) Dari ekor Pulau Irian melalui bagian tengah sampai ke Pegunungan Charleslois di sebelah barat

2) Dari Kepulauan Bismarck melalui pegunungan tepi utara Irian sampai ke kepala burung menuju Halmahera.

Ketiga sistem pegunungan ini bertemu di sekitar Kepulauan Sulu dan Banggai. Indonesia adalah daerah pertemuan rangkaian Mediterania dan rangkaian Sirkum Pasifik dengan proses pembentukan pegunungan yang masih berlangsung. Itu sebabnya di Indonesia banyak terjadi gempa bumi.

4. Persebaran Gempa Bumi

Gempa bumi adalah guncangan tiba-tiba yang terjadi akibat proses endogen pada kedalaman tertentu. Kerak bumi tempat kita tinggal ini terdiri atas sejumlah lempeng atau bongkahan besar yang selalu bergerak. Pergerakan ini menyebabkan terlepasnya energi yang menimbulkan getaran sehingga dapat mengguncangkan permukaan bumi, Peristiwa inilah yang disebut gempa bumi.

Pusat gempa di dalam bumi disebut hiposentrum. Dari hiposentrum ini getaran di teruskan ke segala arah. Tempat hiposentrum ini ada yang dalam sekali dan ada yang dangkal. Di Indonesia terdapat hiposentrum yang dalamnya lebih dari 500 km. Contohnya dibawah laut Flores yang dalamnya + 720 km.

Pusat gempa pada permukaan bumi diatas hiposentrum disebut episentrum. Kerusakan yang terbesar terdapat di sekitar daerah episentrum. Di Indonesia, episentrum kebanyakan terdapat dibawah permukaan laut, sehingga kerusakan yang terjadi di daratan tidak begitu besar. Akan tetapi rawan terjadi gempa bumi tsunami seperti yang terjadi di daerah Nanggro Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatra Utara pada tanggal 26 Desember 2004 yang menimbulkan akibat yang sangat dahsyat.

Gempa bumi ini banyak terjadi di daerah yang masih labil. Misalnya daerah :

a) Rangkaian Mediterania, mulai dari Eropa (pegunungan Apenina dan Dinarida), Asia (Iran, India, dan Indonesia).

b) Rangkaian Sirkum Pasifik, mulai dari Amerika Selatan ( Pegunungan Andes ), Amerika Tengah ( Guatemala ), Amerika Utara ( Pegunungan Rocky di tepi pantai Pasifik ), Asia ( Jepang, Philipina dan Indonesia ).

c) Alpen Australia, meliputi daerah Papua, Hebrides, Salomon, Tongga dan Kermadock, Selandia Baru.

GEO ACTIVITY

1. Sebutkan tiga deretan pegunungan yang bertemu di Indonesia dan apa akibat dari adanya pertemuan ketiga pegunungan tersebut ?

2. Indonesia adalah merupakan salah satu negara yang sering dilanda gempa buni. Usaha apakah yang harus dilakukan agar tidak terjadi sebagaimana yang telah terjadi pada gempa bumi tsunami tanggal 26 Desember 2004 ?


UJI KOMPETENSI

I. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat !

1. Teori modern tentang terjadinya tata surya dan merupakan pengembangan dari teori kabut atau nebula dari Kant adalah ……..

a. Teori Tektonik Lempeng dari Wegener

b. Teori Planetesimal dari Chamberlain

c. Teori Binary Star dari Russel

d. Teori Vorteks dan Protoplanet dari Weizacker dan Kuiper

e. Teori Pasang Surut Bintang dari jeans dan Jefre

2. Bila kita ikuti Teori Kehanyutan Benua dari Wegener, cikal bakal yang membentuk daratan pulau pulau nusantara berasal dari fragmen (pecahan) dan bagian besar ……..

Benua

a. Benua d. Thetis

b. Gondwana e. Laurasia

c. Pangea

3. Sebetulnya pelebaran alur-alur dasar samudra, gerakan-gerakan benua dan pola kegiatan vulkanik disebabkan karena …………..

a. Struktur permukaan bumi yang lemah

b. Tenaga endogen yang tidak pernah berhenti

c. Desakan tarik menarik energi atas dan energi bawah

d. Tenaga eksogen yang merusak permukaan bumi

e. Desakan energi dari pusat bumi

4. Benua Asia terdiri dari beberapa lempeng benua besar antara lain ………..

a. India, Thailand dan Papua d. Eurasia, Pasifik dan India

b. India, Thailand dan Indonesia e. India, Indonesia dan Atlantik

c. Pasifik, Atlantik dan India

5. Suatu lempengan yang terus menerus bergerak, menggeser ke arah barat laut Pasifik dan utara India adalah lempengan ……..

a. Australia dan India d. Pasifik dan Atklantik

b. Pasifik dan India e. Afrika dan India

c. Peru dan Pasifik

6. Melalui pendekatan seismologi, bumi dapat dibagi menjadi beberapa lapisan. Lapisan astenosfer merupakan ……………

a. Lapisan terdalam dari bumi yang panas dan keras

b. Lapisan inti bumi yang cair dan panas

c. Selubung bawah yang merupakan kawasan lebih panas dan keras

d. Lapisan paling atas berupa cangkang yang rapuh dan dingin

e. Lapisan cair dan panas di bawah litosfer

7. Benua-benua sekarang masih bergerak terus, gerakan ini dapat dibuktikan dengan …………

a. Makin melebarnya materi yang terdapat di alur-alur dalam samudra

b. Adanya gerakan tanah dan ekhalasi magma

c. Makin melebarnya kawasan kutub utra dan selatan

d. Makin dalamnya dasar samudra

e. Pergeseran magma yang keluar lewat gunung api

8. Teori apungan dan pergeseran benua diungkapkan di hadapan para ahli geologi di Frankfurt pada tahun 1912 oleh ….. …………..

a. Ed Suess d. Descartes

b. Galileo Galilei e. Weigner

c. Alfred Lothar Wegener

9. Pembentukan kerak bumi (litosfer) baru melalui magma yang keluar akibat dua buah lempengan samudra saling menjauh antara lain terbentuk pada ……………..

a. Puisat vulkanisme dasar laut

b. Batas lempeng devergen

c. Zona subduksi yang menyuruk/menghujam ke bagian sebelah dalam dari lempeng benua

d. Perluasan lempengan yang terjadi pada pematang tengah samudra

e. Pergeseran antara dua sisi lempengan yang saling bergerak berlawanan arah secara horisontal

10. Pada daerah pertemuan dua lempeng tektonik, terjadi beberapa kejadian seperti berikut, kecuali ………………

a. Tanahnya subur dan stabil

b. Aktivitas vulkanisme

c. Menjadi daerah pusat gempa

d. Penghancuran lempeng karena gesekan dan suhu tinggi

e. Lempeng yang satu menunjam di bawah lempeng yang lain

11. Tenaga dari dalam bumi dan memiliki arah mendatar dari dua arah yang berlawanan sehingga mengakibatkan perlipatan pada suatu daerah tertentu disebut …………

a. Sinklinal d. tektonik lipatan

b. Antiklinal e. tektonik patahan

c. Sesar

12. Bagian bumi yang hampir seluruhnya tersusun atas batuan beku dan ditutupi oleh lapisan sedimen adalah ……………..

a. Kerak bumi d. lapisan astenosfer

b. Mantel bumi e. inti bumi

c. Lapisan mesosfer

13. Akibat gerakan tektonik lempeng, di Indonesia terdapat dua sistem pegunungan lipatan dunia, di antaranya Sirkum Mediterania. Di bawah ini, jalur dari sirkum tersebut yang bersifat vulkanik berada pada pulau-pulau .…………

a. Kalimantan , Sulawesi, Papua

b. Sumatra, Jawa – bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Alor, Solor, Wetar, Banda dan berakhir di P Saparua.

c. Sumatra, Jawa-Bali, Nusa Tenggara dan berakhir di Irian Jaya/Papua

d. Simeulue, Nias, Mentawai, Enggano, Sawu, Roti, Timor, Babar, kai, Seram dan berakhir di P Buru.

e. Halmahera, Seram, Ambon dan berakhir di pegunungan tengah Papua.

14. Material utama penyususn inti bumi adalah ……………

a. Besi dan nikel d. besi dan megnesium

b. Besi dan silikat e. nikel dan silikat

c. Silkat dan magnesium

15. Karakteristik gempa yang dihasilkan oleh gerakan lempeng yang saling bergesekan secara mendatar adalah ………….

a. Gempa tektonik d. Gempa runtuhan

b. Gempa vulkanik e. Gempa Vulkano-tektonik

c. Gempa buatan

II. Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas !

1. Jelaskan inti dari Teori lempeng tektonik !

2. Bagimanakah hubungan antara Teori Tektonik Lempeng dengan gejala persebaran gunung api di dunia !

3. Jelaskan apa kelemahan teori kontraksi Descartes !

4. Jelaskan mengapa jumlah gunung api di suatu daerah berbeda-beda !

5. Sebutkan daerah atau kawasan di Indonesia yang rawan gempa!. Jelaskan apa sebabnya ?

0 komentar:

Poskan Komentar