HIDROSFER (TRI RUMHADI, M.Pd)

on Rabu, 30 Maret 2011

Hidrosfer berasal dari bahasa Yunani yaitu Hidros = air dan Sphere = daerah atau wilayah. Hidrosfer diartikan sebagai perairan yang mengelilingi bumi .

A. SIKLUS HIDROLOGI

Di permukaan bumi air selalu berputar menurut siklus yang terjadi. Siklus hidrologi di bagi menjadi tiga yaitu :

1. Siklus pendek : yaitu air laut yag munguap, terkondensasi, membentuk awan dan turun hujan dilaut.

2. Siklus sedang : yaitu penguapan air laut, sungai, rawa, atau danau terkondensasi menjadi awan, terbawa kedaratan dan turun hujan lalu mengalir ke selokan, sungai, danau, dan kembali ke laut.

3. Siklus panjang : Ar laut, dan daratan, termasuk respirasi tumbuh – tumbuhan menguap menjadi awan dan hujan. Air hujan sebagian masuk ke tanah menjadi air tanah, diserap tumbuh – tumbuhan, ada yang turun hujan sebagai salju dan akan mencair sedikit demi sedikit dalam waktu yang lama dan akhirnya kembali ke laut.

B. JENIS – JENIS PERAIRAN.

Perairan yang ada di permukaan bumi ada 2 yaitu perairan darat dan peraran laut.. Macam – macam perairan darat sebagai berikut :

1. Sungai


Adalah air tawar yang mengalir dari sumbernya, menempati bagian permukaan bumi yang lebih rendah dan bermuara pada laut, danau, atau sungai lain yang lebih besar.

A.Jenis –jenis sungai yang ada sebagai berikut :

a. Berdasarkan sumbernya :

1. Sungai mata air : sumbernya berasal dari mata air

2. Sungai hujan : sumbernya berasal dari air hujan

3. Sungai gletser : sumber airnya berasal dari es yang mencair

4. Sungai campuran : sumber airnya berasal dari campuran mata air, gletser dan hujan.

b. Berdasar keadaan airnya :

1. Sungai permanen : sepanjang tahun airnya relatif tetap besar.

2. Sungai periodik : airnya pada musim hujan banyak sedangkan musim kemarau berkurang.

3. Sungai episodik : airnya kering pada musim kemarau dan ada pada musim hujan.

c. Berdasarkan struktur lapisan/geologi.

1. Sungai anteseden : sungai yang dapat mengimbangi pengangkatan batuan yang ilaluinya dan dapat mempertahankan alirannya, karena erosi sungai lebih cepat dibandingkan dengan pengangkatan batuan.

2. Sungai epigenesa : sungai yang terus menerus mengikis batuan yang dilaluinya secara vertikal sehingga mencapai batuan induknya.

d. Berdasarkan arah alirannya.

1. Sungai konsekuen : arah alirannya sesuai dengan kemiringan lereng yang dilaluinya.

2. Sungai subsekuen : arah alirannya tegak lurus dengan sungai konsekuen dan muaranya pada sungai konsekuen.

3. Sungai obsekuen : arah alirannya berlawanan arah dengan sungai konsekuen ( kemiringan lereng) dan bermuara atau anak sungai subsekuen.

4. Sungai resekuen : arah alirannya mengikuti kemiringan lereng batuan tetapi bermuara di sungai subsekuen.

5. Sungai insekuen : arah dan pola alirannya tidak menentu, tidak mengikuti kemiringan lereng,

B. Pola aliran sungai

1.Pola radial (menjari) di bagi menjadi dua :

a. Radial sentrifugal : arah alirannya meninggalkan pusat atau menuruni lereng/kerucut gunung.

b. Radial sentripetal : arah alirannya menuju pusat atau menuju pusat depresi / penurunan.

2.Pola pararel : pola aliran sungai berbentuk sejajar dengan sungai lainnya dan alirannya menyesuaikan dengan kemiringan lereng,

3. Pola rektangular : bentuknya siku – siku atau hampir mendekati siku – siku.

4. Pola trelis : berbentuk sirip daun, terjadi pada pegunungan lipatan.

5. Pola dendririk : berbentuk seperti pohon dengan cabang – cabangnya.

6. Pola Anular : pada awalnya merupakan pola radial sentrifugal, kemudian timbul sungai subsekuen, obsekuen dan resekuen.

C. DAS ( daerah aliran sungai)

DAS adalah suatu kesatuan wilayah atau kawasan yang terdiri dari satu sungai induk / besar beserta anak – anak sungainya. Contoh, Das Brantas, Das Bengawan Solo, Das Citarum dan sebagainya.

Das berfungsi sebagai berikut :

1. Sebagai daerah penangkap air hujan.

2. Pengendali banjir pada musim hujan

3. Penyuplai air pada musim kemarau.

Karena fungsi das yang sangat penting maka perlu pelestarian dari kerusakan dan perlu pengelolaan .

D. Meander.

Bentuk dari kelokan–kelokan sungai yang disebabkan oleh pengikisan air sungai di sebut meander. Meander di pengaruhi oleh kekuatan batuan yang dilalui aliran sungai. Dari mender ini bisa terbentuk danau tapal kuda (oxbow lake) , lebih jelasnya amati gambar berikut,


E. Delta.

Delta merupakan pengendapan material hasil erosi yang di endapkan di muara sungai. Besarnya delta tergantung dari jumlah material batuan yang tererosi di daerah hulu sungai. Delta hanya terjadi bila sungai bermuara di pantai yang gelombangnya tidak besar, terutama dipantai utara Pulau Jawa. Delta mempunyai bentuk bermacam–macam, amati gambar berikut.

F. Danau

Danau adalah tempat berkumpulnya air pada cekungan tertentu yang berasal dari air hujan, sungai, gletser, air tanah, maupun mata air, dan sudah ada perbedaan suhu pada air tersebut.

Jenis – jenis danau sebagai berikut :

a. Berdasarkan jenis airnya.

1. Danau air asin: danau yang airnya asin, terletak didaerah panas yang intensitas penguapannya sangat besar. Contoh : Danau Merah.

2. Danau air tawar : danau yang airnya berupa air tawar, terdapat pada daerah basah (banyak hujan). Contoh : danau –danau yang ada di Indonesia ( Danau Toba, Danau Singkarak dan lain – lain)

b. Berdasarkan terjadinya

1. Danau tektonik : terjadi karena peristiwa tektonik sehingga mengakibatkan turunnya sebagian permukaan bumi sehingga terbentuk suatu cekungan yang terisi air. Contoh: Danau toba, Danau Singkarak dan sebagainya..

2. Danaua Vulkanik : terjadi karena air tergenang pada lubang bekas kawah gunung meletus. Contoh: Danau Kalimutu (Flores), Danau Kelud (Jawa Timur) dan sebagainya.

3. Danau Karst : Danau yang terjadi di daerah kapaur. Terjadi akibat pengikisan kapur oleh air. Danau Karst yang berukuran kecil di sebut dolin, sedangkan yang ukuran besar disebut uvala. Contoh: danau ini banyak terdapat di pegunungan kapur Gunung Kidul Yogyakarta.

4. Danau Glasial : terbentuk akibat dari proses erosi dan pengendapan glasial, sehingga membentk cekungan–cekungan dan terisi air. Contoh: Danau di Norwegia dan Finlandia.

5. Danau Erosi Sungai : terbentuk dari meander sungai yang sudah sangat lama, sehingga terbentuk danau tapal kuda ( Oxbow lake).

6. Danau bendungan atau waduk : Danau yang terbentuk karena adanya pembendungan sungai baik dari peristiwa alam maupun oleh manusia. Contoh: Waduk Karang Kates, Waduk Jati Luhur, Danau Laut Tawar (Aceh).

Danau sangat bermanfaat cukup besar bagi kehidupan manusia antara lain :

1. Sebagai sumber irigasi pertanian.

2. Sebagai tempat untuk perikanan air tawar.

3. Pembangkit tenaga listrik ( PLTA ).

4. Obyek pariwisata dan sarana olah raga.

Sedangkan upaya pelestarian danau sebagi berikut :

1. Mengurangi erosi DAS dengan cara tidak menebang hutan sembarangan, reboisasi atau penghijauan pada tanah yang gundul.

2. Tidak membuang limbah sampah, baik sampah rumah tangga maupun sampah industri pada perairan.

3. Rawa.

Rawa merupakan dataran rendah yang tergenang oleh air, baik air hujan, air tanah, maupun air sungai, yang merupakan tanah lumpur dengan kadar air cukup tinggi.

a.Ciri – ciri rawa sebagai berikut :

1. Air bersifat asam karena selalu tergenang air.

2. Tanaman air banyak menutupi permukaannya.

3. Airnya keruh dan warna mendekati merah.

4. Pada dasar rawa terdapat tanaman gambut.

b. Penggolongan rawa :

a. Berdasar sifat airnya di bagi tiga yaitu : rawa air asin, air tawar, dan air payau.

b. Berdasar keadaan airnya dibagi menjadi dua yaitu :

1. Rawa pasang surut : terletak didekat sungai atau pantai yang terpengaruh oleh pasang surut sungai dan pantai.

2. Rawa genangan: rawa yang selalu tergenang air, airnya bersifat asam.

c. Manfaat rawa :

1. Untuk menahan dan mengurangi erosi di daerah pasang surut.

2. Untuk areal pertanian ( sawah pasang surut)

3. Usaha perikanan darat.

4. Penghasil kayu bakau.

5. Untuk pupuk dan bahan bakar dengan melalui proses pengeringan terlebih dahulu ( tanah gambut).

d.Usaha pelestarian rawa

1. Reboisasi didaerah rawa dengan menanam tanaman air untuk menahan erosi.

2. Tidak mencemari rawa.

3. Tidak merusak tanaman yang ada di rawa.

4. Air Tanah.

Air tanah adalah bagian air yang berada di bawah lapisan tanah dan berada diatas lapisan kedap air. Kedalaman air tanah tidak sama di setiap tempat, hal ini tergantung dari tebal lapisan tanah . Asal air tanah sebagian besar dari air hujan yang meresap ke dalam lapisan tanah..

a. Penggolongan air tanah.

1. Berdasarkan kedalaman airnya :

a. Air tanah dangkal : air tanah yang berada dibawah permukaan tanah dan berada diatas permukaan kedap air ( impermeabel). Air tanah ini disebut juga air freatis, contoh air ini adalah air sumur yang kita pakai sehari - hari

b.Air tanah dalam : air tanah yang berada diantara lapisan kedap air. Contoh air ini adalah air artesis, oase ( di padang pasir)

2. Berdasar asal airnya :

a. Air vados : sember airnya berasal dari air hujan.

b. Air Asin : air tanah yang terdapat dipinggir pantai dan sumber airnya berasal dari resapan air laut.

c. Air yuvenil : air berasal dari magma dan belum mengalami siklus hidrologi.

b. Manfaat air tanah.

1. Untuk keperluan rumah tangga (mandi, memasak, mencuci dan sebagainya)

2. Untuk keperluan dalam perindustrian.

3. Sebagai cadangan air bersih.

4. Berguna dalam mengikat butiran – butiran tanah.

c. Pelestarian air tanah

1. Tidak terlalu berlebihan dalam menggunakan air tanah.

2. Mengurangi kepadatan penduduk dengan cara program keluarga berencana dan transmigrasi.

3. Tidak merusak hutan dan menggalakkan program penghijauan.

4. Merencanakan pembangunan yang berwawasan lingkungan.

5. Mencegah pembuangan limbah, baik limbah rumah tangga maupun limbah industri sehingga tidak mencemari air tanah.

UJI KOMPETENSI

1. Buatlah gambar DAS di daerahmu dan beri penjelasan tentang kondisi DAS tersebut.

2. Berikan penjelasan yang kongkrit bagaimana cara pelestarian perairan darat.

6. Banjir dan dampaknya terhadap lingkungan.


Banjir (nampak Atas)

Sungai merupakan perairan yang banyak mendatangkan manfaat, tetapi jika sungai tidak dijaga kelestariannya atau sudah mengalami kerusakan maka akan mengakibatkan banjir.

a. Penyebab banjir.

1. Rusaknya hutan dan tanah di daerah hulu sungai / pegunungan.

2. Pembuangan sampah di daerah hilir sungai.

3. Pemukiman yang padat sehingga merusak sungai. Sungai terjadi penyempitan akibat kanan kiri sungai dipakai untuk pemukiman.

b. Dampak banjir.

Dampak dari banjir banyak menimbulkan aspek negatif yaitu : rusaknya lahan–lahan pertanian, bangunan–bangunan, pencemaran lingkungan, dan terjangkitnya beberapa penyakit.

c.Usaha mencegah banjir.

1. Menjaga kelestarian hutan di daerah hulu.

2. Pembuatan sistem pertanian yang benar pada lereng pegunungan sehingga tidak menimbulkan erosi tanah.

3. Normalisasi sungai dengan cara pengerukan bila terjadi sedimentasi yang berlebihan.

4. Pembuatan tanggul –tanggul dikanan kiri sungai agar tidak meluap bila intensitas air besar.

5. Pembuatan saluran – saluran kecil untuk memecah aliran sungai besar.

6. Pembuatan waduk atau bendungan untuk menampung luapan air sekaligus untuk irigasi pertanian.

7. Di buat pintu – pintu air untuk membagi intensitas air.

8. Peningkatan kesadaran masyarakat pentingnya perawatan lingkungan.

STRUKTUR LAPISAN LITOSFER (TRI RUMHADI, M.Pd)

A. STRUKTUR LAPISAN KULIT BUMI (LITOSFER) DAN PEMANFAATANNYA

1. Struktur kulit bumi.

Lapisan kulit bumi atau yang disebut litosfer secara etimologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu litos artinya batuan dan sfer artinya bola. Berarti litosfer adalah lapisan bumi bagian atas yang tebalnya kurang lebih 1.200 km.

Tebal lapisan kulit bumi tidak merata, didaratan lapisan kulit bumi lebih tebal dibandingkan dengan lautan.

Lapisan kulit bumi tersusun dari :

1. Barisfer : merupakan bahan padat yang tersusun dari lapisan nife ( nikel dan ferum/besi), jari- jari kurang lebih 3.470 km, dan batas luarnya kurang lebih 2.900 km dari permukaan bumi.

2. Lapisan pengantara : disebut juga lapisan mantle (asthenosfer), merupakan bahan cair bersuhu tinggi dan berpijar, terdapat diatas lapisan nife. Tebal lapisan ini 1.700 km, berat jenisnya rata- rata 5 gr/ cm2.

3. Litosfer : terdapat diatas lapisan pengantara, ketebalannya 1.200 km, berat jenisnya 2,8 gr / cm2, merupakan lapisan terluar kulit, terdiri atas dua bagian yaitu :

a. lapisan Sial : disebut juga lapisan kerak bersifat padat dan kaku berketebalan rata – rata lebih kurang 35 km. Merupakan lapisan yang terdiri dari silisium (Si ) dan aluminium Al, senyawanya dalam bentuk Si O2 dan Al202. Lapisan ini dibagi menjadi dua bagian yaitu :

1. Kerak Benua, merupakan lapisan keras yang terdiri dari batuan beku granit pada bagian atas dan batuan beku basalt pada lapisan bawah, lapisan ini menempati sebagaian besar benua.

2. Kerak Samudra : lapisan ini merupakan endapan dasar laut bagian atas, terdiri dari batauan – batauan vulkanik, sedangkan paling bawah tersusun dari batuan beku gabro dan peridoit. Kerak ini menempati sebagian besar Samudra.

b. Lapisan Sima : Yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun dari silisium (Si) dan magnesium (Mg), senyawanya dalam bentuk SiO2 dan MgO. Lapisan ini mempunyai berat jenis yang lebih besar dari lapisan sial, lapisan ini mempunyai sifat yang elastis dan mempunyai ketebalan rata – rata 65 km.


Lapisan Kulit Bumi

2. Siklus batuan

Batuan – batauan pembentuk bumi selalu mengalami suatu silklus geologi karena pegaruh oleh adanya suhu, tekanan dan waktu yang sangat lama. Adapun batuan dipermukaan bumi di bagi menjadi tiga yaitu :

a. Batauan beku : batuan yanag terbentuk karena magma pijar yanag mendingin dan menjadi padat.

b. Batuan sedimen (endapan) : batuan beku dan metamorf / malihan lapuk dan bagian – bagiannya yang lepas akan diangkut oleh tenaga pengangkut (angin, air dll) dan di endapakan ditempat lain. Proses pada awalnya batuan ini lunak, karena pengaruh tekanan, suhu, dan waktu yang sangat lama maka batuan sedimen manjadi padat.

c. Batuan Metamorf : merupakan batuan hasil perubahan yang berasal dari batuan beku maupun batuan sedimen.

3. Pemanfaatan lapisan kulit bumi.

Lapisan kulit bumi merupakan lapisan yang sangat besar manfaatnya bagai kehidupan manusia antara laian :

a. Lapisan-lapisan pembentuk muka bumi mempunyai struktur yang sangat tepat, yaitu bagian dalam lapisan nife yang sangat padat.

b. Lapisan permukaan (sial) sangat berfungsi sebagai tempat kehidupan (Flora,Fauna dan manusia)

c. Batuan – batuan penyusunya sangat bermanfaat untuk berbagai kepentingan. Contoh batu marmer, pasir, intan dan sebagainya.

UJI KOMPETENSI

1. Buatlah gambar siklus batuan.

2. Buatlah gambar lapisan kulit bumi

B. BENTUK MUKA BUMI SEBAGAI AKIBAT PROSES VULKANISME, SEISME DAN DIATROPISME.

I. Bentuk Muka Bumi.

Bumi memiliki bermacam –macam bentuk yang bisa berubah ubah yang disebabkan oleh tenaga dari dalam (endogen) dan dari luar (eksogen). Bentuk – bentuk ini antara lain :

a. Permukaan daratan

Bentuk relief muka di darat dapat berupa kenampakan- kenampakan sebagai berikut :

1. Dataran tinggi, yaitu tanah datar yang lebih tinggi dari daerah sekitarnya. Terbentuknya karena lapisan batuan terangkat oleh tenaga endogen.

2. Dataran rendah, yaitu daerah yang datar dan umumnya merupakan hasil sedimentasi dan di endapkan didataran rendah, merupakan daerah pertanian yang sangat subur.

3. Peneplain, yaitu dataran rendah dengan kemiringan kecil akibat dari erosi yang terus – menerus dari perbukitan.

4. Pegunungan, yaitu kumpulan dari beberapa gunung api, biasanya terletak dalam satu sirkum pegunungan.

5. Gunung, yaitu permukaan bumi yang menjulang tinggi, mempunyai lereng puncak dan kaki gunung.

6. Lembah, daerah yang rendah , terdapat dikaki gunung akibat penurunan lapisan kulit bumi atau akibat pengikisan tenaga eksogen.

7. Plato, yaitu dataran tinggi yang atasnya rata karena disebabkan oleh batuan yang tererosi.

b. Bentuk muka bumi dilaut.

Relief dasar laut terdiri sebagai berikut :

1. Dangkalan (Shelf), yaitu dasar laut yang mempunyai kedalaman kurang 200m.

2. Punggung laut,yaitu dasar laut yang berbentuk pegunungan memanjang.

3. Ambang laut, yaitu bukit didasar laut yang terletak antara dua cekungan, sebagai pemisah laut dalam.

4. Lubuk laut, yaitu cekungan didasar laut yang lebar.

5. Palung laut, yaitu jurang yang sempit dan terjal di dasar laut dalam.

C. Tenaga pembentuk muka Bumi

Bentuk muka bumi yang beragam, di daratan maupun lautan dipengaruhi oleh tenaga endogen (dari dalam bumi) yang bersifat membangun dan tenaga eksogen ( luar ) yang bersifat murusak.

Tenaga dari dalam yaitu :

1. Vulkanisme

Merupakan peristiwa naiknya magma sampai kepermukaan bumi., sedangkan bila magma tidak sampai mencapai permukanan bumi dan hanya menyusup disela – sela batuan disebut peristiwa plutonisme atau intrusi magma.

Intrusi magma menghasilkan bentuk – bentuk permukaan bumi sebagai berikut :

a. Batolit, disebut juga dapur magma, yaitu batuan beku yang terbentuk dalam dapur magma karena mengalami penurunan suhu yang sangat cepat.

b. Lakolit, batuan beku yag membeku dicelah – celah batuan, bentuknya horisontal dengan cembung bagian atas dan datar bagian bawah.

c. Sill, batuan beku yang membeku di celah batuan, bentuk tipis memanjang horizontal.

d. Gang /korok, batuan hasil intrusi magma yang vertikal sehingga memotong lapisan batuan.

a. Diatrema, yaitu batuan yang mengisi lapisan magma mulai dari dalam magma sampai kepermukaan.

Sedangkan bentuk gunung berapi berdasarkan lubang tempat letusan sebagai berikut :

1. Erupsi Sentral, adalah keluarnya magma melalui sebuah lubang sebagai pusat letusan . Contoh gunung api ini adalah :

a. Gunung Api Perisai, dengan ciri lereng landai, alas luas. Contoh : gunung api di Kepulauan Hawai yaitu Kilauea, Mauna Loa,dan Maua Kea.

b.Gunung Api Mar, hasil letusan yang tidak begitu kuat dan hanya sekali saja, sehingga terdapat tanggul disekitar kawah. Contoh : Gunung Lamongan.

c.Gunung Api Strato, gunung api yang letusannya campuran antara letusan yang hebat maupun perlahan. Contoh: Gunung Muria dan Krakatau

2. Erupsi Linear, yaitu letusan melalui sebuah celah seperti di tempat pemekaran dasar Samudra. Contoh : Gunung Laki di Kepulauan Eslandia.

3. Erupsi areal, yaitu letusan melalui lubang yang sangat luas.

Adapun tipe–tipe letusan gunung berapi berdasarkan kedalaman dapur magma, kekuatan tekanan di bagi menjadi :

A. Tipe Hawai

B. Tipe Stromboli

C. Tipe Vulkano

D. Tipe Perret

E. Tipe Merapi

2. Seisme / Gempa bumi.

Gempa bumi adalah gerak bumi atau kulit bumi secara tiba – tiba karena gerakan kulit bumi yang dirambatkan kepermukaan bumi. Ilmu yang mempelajari gempa bumi adalah seismografi, sedangkan alat pengukurnya seismograf.

Pembagian gempa dapat digolongkan sebagai berikut :

a. Berdasar kedalamannya dibagi menjadi :

1. Gempa dalam : pusat gempa 300 – 700 km dibawah permukaan air laut.

2. Gempa intermedia : pusat gempanya 100 – 300 km

3. Gempa dangkal : pusat gempa kedalamannya kurang dari 100 km.

b. Berdasarkan letak episentrumnya :

1. Gempa daratan : pusat gempanya terletak didaratan.

2. Gempa laut /Tsunamai : pusat gempanya ada dilautan.

c. Berdasarkan penyebabnya :

1. Gempa tektonik/dislokasi : disebabkan karena terjadi pergeseran kulit bumi.

2. Gempa vulkanik : terjadi karena terjadi peristiwa gunung meletus/ peristiwa yang berhubungan dengan vulkanis.

3. Gempa runtuhan : terjadi karena peristiwa runtuhnya gua, tambang, maupun gedung –gedung yang tinggi.

Pusat gempa yang berada di bawah permukaan tanah disebut episentrum, sedangkan penarikan garis lurus pada permukaan bumi di sebut hiposentrum. Kekuatan (magnetudo) gempa diukur dengan skala richter, omari dan mercalli ).

Adapun skala Richter sebagai berikut :

Magnitudo gempa pada skala richter

Sifatnya

Kurang 2,5

Tidak terasa oleh indera manusia, hanya pencatat alat yang bisa mendeteksi

2,5 - 5

Dapat dirasakan tanpa alat

5 - 8

Menimbulkan berbagai kerusakan

Lebih dari 8

Menimbulkan kerusakan yang sangat parah.

Untuk mengetahui epientrum / pusat gempa dapat digunakan dengan rumus Laska sebagai berikut :

∆ = ( S – P) x 11) megameter

∆ = jarak eisentral

S _ P = selisih waktu antara gelombang primer dan sekunder.

11 = Konstanta

1 megameter : 1000 kilometer.

3. Diatropisme

Merupakan tenaga dari dalam bumi baik secara vertikal maupun horisontal, dan tidak disertai gerakan magma.Yang termasuk peristiwa yang berhubungan dengan diatrema adalah :

a. Epirogenetik.

Gerak vertikal yang berupa pengangkatan dan penurunan meliputi daerah yang sangat luas.

Epirogenetik ada dua yaitu :

1.Epirogenetik positif : penurunan daratan sehingga permukaan air laut volumenya bertambah.

2. Epirogenetik negatif : terjadi pengangkatan daratan sehingga volume air laut berkurang.

b. Orogenetik

Merupakan gerak horisontal pada kulit bumi sehingga dapat menghasilkan struktur yang berupa patahan dan lipatan. Struktur patahan maupun lipatan mempunyai variasi sebagai berikut :

1.Struktur pegunungan lipatan.

Lipatan terjadi adanya tenaga dari dalam bumi dan terjadi pada lapaisan tanah yang elastis. Macam –macam lipatan terdiri dari: lipatan tegak, miring, mengantung, rebah, sesar sungkup dan isoklinan.

2. Struktur pegunungan patahan/sesar

Patahan terjadi karena adanya tenaga dari dalam bumi secara horisontal dan terjadi pada tanah yang plastis ( mudah patah). Patahan terdapat tiga jenis yaitu patahan naik, patahan mendatar, dan patahan turun.

.

UJI KOMPETENSI

1. Buatlah gambar dan beri penjelasan tentang relief dasar laut.

2. Carilah artikel/berita yang berhubungan dengan peristiwa alam yang disebabkan dari dalam bumi (endogen), dan presentasekan didepan kelas.