on Senin, 28 Maret 2011

Pertama tama perlu anda ketahui bahwa kata lithosfer berasal dari bahasa yunani yaitu lithos artinya batuan, dan sphera artinya lapisan lithosfer yaitu lapisan kerak bumi yang paling luar dan terdiri atas batuan dengan ketebalan rata-rata 1200 km.

Perlu anda pahami bahwa yang dimaksud batuan bukanlah benda yang keras saja berupa batu dalam kehidupan sehari hari, namun juga dalam bentuk tanah liat, abu gunung api, pasir, kerikil dan sebagainya.
Tebal kulit bumi tidak merata, kulit bumi di bagian benua atau daratan lebih tebal dari di bawah samudra.

Bumi tersusun atas beberapa lapisan yaitu:

a.

Barisfer yaitu lapisan inti bumi yang merupakan bahan padat yang tersusun dari lapisan nife (niccolum=nikel dan ferum besi) jari jari barisfer +- 3.470 km.

b.

Lapisan antara yaitu lapisan yang terdapat di atas nife tebal 1700 km. Lapisan ini disebut juga asthenosfer mautle/mautel), merupakan bahan cair bersuhu tinggi dan berpijar. Berat jenisnya 5 gr/cm3.

c.

Lithosfer yaitu lapisan paling luar yang terletak di atas lapisan antara dengan ketebalan 1200km berat jenis rata-rata 2,8 gram/cm3.

Lithosfer disebut juga kulit bumi terdiri dua bagian yaitu:

1.

Lapisan sial yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan AL 2 O3.
Pada lapisan sial (silisium dan alumunium) ini antara lain terdapat batuan sedimen, granit andesit jenis-jenis batuan metamor, dan batuan lain yang terdapat di daratan benua.

batuan metamorf yaitu batuan yang berubah bentuknya akibat pengaruh tekanan, temperatur dan waktu

batuan sedimen yaitu batuan yang terjadi dari hasil proses pengendapan

Lapisan sial dinamakan juga lapisan kerak bersifat padat dan batu bertebaran rata-rata 35km.

Kerak bumi ini terbagi menjadi dua bagian yaitu:

- Kerak benua :

merupakan benda padat yang terdiri dari batuan granit di bagian atasnya dan batuan beku basalt di bagian bawahnya. Kerak ini yang merupakan benua.

- Kerak samudra :

merupakan benda padat yang terdiri dari endapan di laut pada bagian atas, kemudian di bawahnya batuan batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun dari batuan beku gabro dan peridolit. Kerak ini menempati dasar samudra

2.

Lapisan sima (silisium magnesium) yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun oleh logam logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa Si O2 dan Mg O lapisan ini mempunyai berat jenis yang lebih besar dari pada lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium yaitu mineral ferro magnesium dan batuan basalt. Lapisan merupakan bahan yang bersipat elastis dan mepunyai ketebalan rata rata 65 km .

Perhatikan gambar penampang bumi berikut ini:

1. Batuan pembentuk lithosfer

a.

Batuan beku

b.

Batuan sedimen

c.

Batuan metamorf

Semua batuan pada mulanya dari magma
Magma keluar di permukaan bumi antara lain melalui puncak gunung berapi. Gunung berapi ada di daratan ada pula yang di lautan. Magma yang sudah mencapai permukaan bumi akan membeku. Magma yang membeku kemudian menjadi batuan beku. Batuan beku muka bumi selama beribu-ribu tahun lamanya dapat hancur terurai selama terkena panas, hujan, serta aktifitas tumbuhan dan hewan.

Selanjutnya hancuran batuan tersebut tersangkut oleh air, angin atau hewan ke tempat lain untuk diendapkan. Hancuran batuan yang diendapkan disebut batuan endapan atau batuan sedimen. Baik batuan sedimen atau beku dapat berubah bentuk dalam waktu yang sangat lama karena adanya perubahan temperatur dan tekanan. Batuan yang berubah bentuk disebut batuan malihan atau batuan metamorf.

Untuk lebih memahami jenis-jenis batuan perhatikan uraian berikut:

a.

Batuan Beku
Ada dua macam batuan beku, yaitu batuan beku dalam (contohnya
batu granit

), dan batuan beku luar (contohnya batu andesit.)

Untuk Mengetahui ketepatan batuan jenis batuan harus dilakukan uji laboratorium dengan menggunakan mikroskop untuk melihat bentuk kristal batuanya.
Jenis-jenis batuan beku

b.

Batuan sedimen
Ada beberapa macam batuan sedimen, yaitu batuan sedimen klastik, sedimen kimiawi dan sedimen organic. Sedimen klastik berupa campuran hancuran batuan beku, contohnya breksi

, konglomerat

dan batu pasir. Sedimen kimiawi berupa endapan dari suatu pelarutan, contohnya batu kapur

dan batu giok. Sedimen organic berupa endapan sisa sisa hewan dan tumbuhan laut contohnya batu gamping

dan koral

.
Jenis-jenis batuan sedimen

c.

Batuan Malihan (Batuan Metamorf)
Batuan malihan atau metamorf adalah batuan yang berubah bentuk. Contohnya kapur (kalsit) berubah menjadi marmer

, atau batuan kuarsa menjadi kuarsit

.
Jenis-jenis batuan metamorf

2. Pemanfaatan lithosfer

Lithosfer merupakan bagian bumi yang langsung berpengaruh terhadap kehidupan dan memiluki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan di bumi. Lithosfer bagian atas merupakan tempat hidup bagi manusia, hewan dan tanaman. Manusia melakukan aktifitas di atas lithosfer.
Selanjutnya lithosfer bagian bawah mengandung bahan bahan mineral yang sangat bermanfaat bagi manusia. Bahan bahan mineral atau tambang yang berasal dari lithosfer bagian bawah diantaranya minyak bumi dan gas, emas, batu bara, besi, nikel dan timah.

Melihat manfaat Litthosfer yang demikian besar tersebut sepantasnyalah kita selalu bersyukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

LATIHAN

Amatilah batu-batuan yang ada di sekitar tempat tinggal anda, selanjutnya tentukan nama dan jenis batuan yang anda amati tersebut.Kerjakan tugas ini secara berkelompok, hasil tugas serahkan pada guru anda.

3. Bentuk muka bumi sebagai akibat proses vulkanisme dan diatropisme.

Mengapa bentuk permukaan bumi tidak merata. Hal ini disebabkan karena adanya pengaruh dari luar bumi dan dalam bumi itu sendiri.

Pengaruh dari dalam bumi berupa suatu tenaga yang sangat besar sehingga dapat membentuk muka bumi yang beraneka ragam. Tenaga yang berasal dari dalam bumi disebut tenaga endogen. Tenaga yang berasal dari luar bumi disebut tenaga eksogen. Tenaga eksogen bersifat merusak bentuk bentuk permukaan bumi yang dibangun atas tenaga endogen.

Tenaga endogen meliputi tektonisme, vulkanisme dan seisme, sedangkan tenaga eksogen meliputi pengikisan dan pengendapan.
Tenaga eksogen antara lain meliputi pelapukan (weathering) dan erosi (pengikisan).

1.

Gejala vulkanisme.
Vulkanisme yaitu peristiwa yang sehubungan dengan naiknya magma dari dalam perut bumi.
Magma adalah campuran batu-batuan dalam keadaan cair, liat serta sangat panas yang berada dalam perut bumi. Aktifitas magma disebabkan oleh tingginya suhu magma dan banyaknya gas yang terkandung di dalamnya sehingga dapat terjadi retakan-retakan dan pergeseran lempeng kulit bumi.Magma dapat berbentuk gas padat dan cair.

Proses terjadinya vulkanisme dipengaruhi oleh aktivitas magma yang menyusup ke lithosfer (kulit bumi). Apabila penyusupan magma hanya sebatas kulit bumi bagian dalam dinamakan intrusi magma. Sedangkan penyusupan magma sampai keluar ke permukaan bumi disebut ekstrusi magma. Sampai di sini apakah anda dapat memahami. kalau anda sudah memahami mari ikuti penjelasan berikutnya!

1.1

Intrusi magma
intrusi magma adalah peristiwa menyusupnya magma di antara lapisan batu-batuan, tetapi tidak mencapai permukaan bumi. Intrusi magma dapat dibedakan menjadi empat, yaitu:

a)

Intrusi datar (sill atau lempeng intrusi), yaitu magma menyusup diantara dua lapisan batuan, mendatar dan pararel dengan lapisan batuan tersebut.

b)

Lakolit, yaitu magma yang menerobos di antara lapisan bumi paling atas. Bentuknya seperti lensa cembung atau kue serabi.

c)

Gang (korok), yaitu batuan hasil intrusi magma yang menyusup dan membeku di sela sela lipatan (korok).

d)

Diaterma adalah lubang (pipa) diantara dapur magma dan kepundan gunung berapi bentuknya seperti silinder memanjang.

1.2

Ekstrusi magma
Ekstrusi magma adalah peristiwa penyusupan magma hingga keluar Permukaan bumi dan membentuk gunung api. Hal ini terjadi bila tekanan Gas cukup kuat dan ada retakan pada kulit bumi . Ekstrusi magma dapat di bedakan Menjadi:

a)

Erupsi linier, yaitu magma keluar melalui retakan pada kulit bumi, berbentukKerucut gunung api.

b)

Erupsi sentral, yaitu magma yang keluar melalui sebuah lubang permukaan bumi dan membentuk gunung yang letaknya tersendiri.

c)

Erupsi areal, yaitu magma yang meleleh pada permukaan bumi karena letak Magma yang sangat dekat dengan permukaan bumi, sehingga terbentuk kawah gunung berapi yang sangat luas.

Perhatikan gambar berikut ini!

Gunung merupakan tonjolan pada kulit bumi yang terdiri dari lereng dan puncak.

Rangkaian dari gunung-gunung membentuk pegunungan. Gunung dan pegunungan terbentuk karena adanya tenaga endogen.
Apabila suatu tempat di permukaan bumi yang pernah atau masih mengeluarkan magma maka terbentuklah gunung berapi.

Berdasarkan tipe letusan gunung berapi dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:

a)

Gunungapi strato atau kerucut.
Kebanyakan gunung berapi di dunia merupakan gunung api kerucut. Letusan pada gunung api kerucut termasuk letusan kecil.letusan dapat berupa lelehan batuan yang panas dan cair. Seringnya terjadi lelehan menyebabkan lereng gunung berlapis lapis.Oleh karena itu, gunung api ini disebut gunung api strato. Sebagian besar gunung berapi di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Maluku termasuk gunung api kerucut.

b)

Gunung api maar.
Bentuk gunung api maar seperti danau kering. Jenis gunung api maar seperti danau kering. Jenis gunung api maar tidak banyak. gunung berapi ini terbentuk karena ada letusan besar yang membentuk lubang besar pada puncak yang di sebut kawah. Gunung api maar memiliki corong. Contohnya Gunung Lamongan jawa Timur dengan kawahnya Klakah.

c)

Gunung api perisai
Di Indonesia tidak ada gunung yang berbentuk perisai. Gunung api perisai contohnya Maona Loa Hawaii, Amerika Serikat. Gunung api perisai terjadi karena magma cair keluar dengan tekanan rendah hampir tanpa letusan. Lereng gunung yang terbantuk menjadi sangat landai.







Pada umumnya bentuk gunung berapi di Indonesia adalah strato (kerucut). Gunung berapi yang pernah meletus, umunya berpuncak datar. Oleh karena itu, di Indonesia sering terjadi peristiwa gunung meletus. Magma yang keluar ke permukaan bumi ada yang padat cair dan gas. Material yang dikeluarkan oleh gunung api tersebut, antara lain:

1)

Eflata (material padat) berupa lapili, kerikil, pasir dan debu.

2)

Lava dan lahar, berupa material cair.

3)

Eksalasi (gas) berupa nitrogen belerang dan gas asam.

Ciri ciri gunung api yang akan meletus, antara lain:

1)

Suhu di sekitar gunung naik.

2)

Mata air mejadi kering

3)

Sering mengeluarkan suara gemuruh, kadang kadang disertai getaran (gempa)

4)

Tumbuhan di sekitar gunung layu, dan

5)

Binatang di sekitar gunung bermigrasi.

Tanda tanda ini menandakan intrusi magma yang terus mendesak ke permukaan, apabila desakan ini cukup kuat, yang terjadi adalah letusan gunung berapi. Setelah terjadi letusan Gunung itu mengalami istirahat, tetapi aktifitas gunung tersebut masih berlangsung, sehingga suatu saat dapat mengeluarkan suatu tanda tanda aktif kembali. Peristiwa vulkanik yang terdapat pada gunung berapi setelah meletus (post vulkanik), antara lain:

1)

terdapatnya sumber gas H2 S, H2O,dan CO2.

2)

Sumber air panas atau geiser.

Sumber gas ini ada yang sangat berbahaya bagi kehidupan. Bahkan dapat mematikan misalnya yang terjadi pada Kawah Sinila (Dieng) disamping berbahaya, gejala post vulkanik bermanfaat juga bagi kehidupan manusia. bahkan dapat juga dijadikan objek wisata , Misalnya air panas dan kawah gunung berapi.

Danau vulkanik
Setelah gunung merapi meletus atas kepundannya yang kedap air dapat menampung air dan membetuk danau. Danau vulkanik adalah danau yang terbentuk akibat letusan gunung yang kuat sehingga menghancurkan bagian puncaknya, kemudian membentuk sebuah cekungan besar, cekungan menampung air dan membentuk danau.

Contoh danau vulkanik, antara lain: danau di pucak gunung lokon di Sulawesi Utara dan Danau Kelimutu di Flores.


Manfaat dan kerugian vulkanisme
Peristiwa vulkanik selain memberikan manfaat juga dapat menimbulkan kerugian harta benda maupun jiwa. Keuntungan yang kita peroleh setelah vulkanisme berlangsung antara lain:

1)

Objek wisata berupa kawah (Kawah gunung Bromo ), sumber air panas yang memancar (Yellowstone di Amerika Serikat, dan Pelabuhan Ratu di Cisolok), sumber air mineral (Maribaya di Jawa Barat dan Baturaden di Jawa Tengah)

2)

Sumber energi panas bumi misalnya di kamojang, Jawa Barat.

3)

Tanah subur yang akan diperoleh setelah beberapa tahun kemudian.

Kerugian yang kita alami terutama adalah berupa jiwa dan harta benda, karena:

1)

Gempa bumi

yang dapat ditimbulkanya dapat merusak bangunan.

2)

Kebakaran

hutan akibat aliran lava pijar.

3)

Tebaran abu yang sangat tebal dan meluas dapat merusak kesehatan dan mengotori sarana yang ada.

2.

Bentuk muka bumi akibat diatropisme
Diatropisme adalah proses pembentukan kembali kulit bumi pembentukan gunung-gunung, lembah-lembah, lipatan lipatan dan retakan retakan. Proses pembentukan lembah kulit bumi tersebut karena adanya tenaga tektonik.

Tektonisme adalah tenaga yang berasal dari kulit bumi yang menyebabkan perubahan lapisan permukaan bumi, baik mendatar maupun vertikal. Tenaga tektonik adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan gerak naik dan turun lapisan kulit bumi. Gerak itu meliputi gerak orogenetik dan gerak epirogenetik. (orogenesa dan epiro genesa).

Gerak orogenetik adalah gerak yang dapat menimbulkan lipatan patahan retakan disebabkan karena gerakan dalam bumi yang besar dan meliputi daerah yang sempit serta berlangsung dalam waktu yang singkat.

a)

Lipatan, yaitu gerakan pada lapisan bumi yang tidak terlalu besar dan berlangsung dalam waktu yang lama sehingga menyebabkan lapisan kulit bumi berkerut atau melipat, kerutan atau lipatan bumi ini yang nantinya menjadi pegunungan. Punggung lipatan dinamakan antliklinal, daerah lembah (sinklinal) yang sangat luas dinamakan geosinklinal, ada beberapa lipatan, yaitu lipatan tegak miring, rebah, menggantung, isoklin dan kelopak.

Perhatikan gambar:

Pehatikan gambar!

a. lipatan tegak

d. lipatan menggantung

b. lipatan miring

e. lipatan isoklin

c. lipatan rebah

f. lipatan kelopak

Patahan yaitu gerakan pada lapisan bumi yang sangat besar dan berlangsung yang dalam waktu yang sangat cepat, sehingga menyebabkan lapisan kulit bumi retak atau patah. Bagian muka bumi yang mengalami patahan seperti graben dan horst. Horst adalah tanah naik, terjadi bila terjadi pengangkatan. Graben adalah tanah turun, terjadi bila blok batuan mengalami penurunan.

Pehatikan gambar!



b)

Gerak epirogenetic yaitu gerak yang dapat menimbulkan permukaan bumi seolah turun atau naik, disebabkan karena gerakan di bumi yang lambat dan meliputi daerah yang luas gerak epirogenetik di bedakan menjadi dua, yaitu gerak epiro genetic positif dan gerak epiro genetic negatif.

1.)

Gerak epirogenetic positif adalah gerakan permukaan bumi turun dan seolah olah permukaan air laut naik. Contoh, turunya pulau-pulau di kawasan Indonesia timur (Kepulauan Maluku dan kepulauan Benda.

2.)

Gerak epirogenetic negatif adalah gerakan permukaan bumi seolah-olah permukaan bumi naik dan seolah olah permukaan air turun. Contoh, naiknya dataran tinggi Colorado. Supaya lebih jelas, lihatlah gambar di bawah ini.

Latihan

Amatilah wilayah di sekitar anda ! sebutkan bentuk bentangan yang ada! buatlah analisa penyebab terjadinya, harap anda bedakan antara penyebab dari tenaga endogen maupun Eksogen! Kerjakan latihan ini secara berkelompok. Hasil analisa ini harap di serahkan ke guru.

| Pendahuluan | Kegiatan Belajar 1 | Kegiatan Belajar 2 | Tugas 1 | Tugas 2 | Penutup | Kunci Tugas | Daftar Pustaka | Home

PUSTEKKOM©2005

Aneka Bentuk Muka Bumi

on Minggu, 27 Maret 2011

ANEKA BENTUK DAN POTENSI MUKA BUMI
BENTUK MUKA BUMI
Bentuk muka bumi yang menjadi tempat tinggal manusia akan memberikan beberapa
kemungkinan sebagai penunjang kehidupan yang terdapat di suatu wilayah. Maka bumi
memiliki bentuk yang bermacam- macam dan selalu mengalami perubahan dari waktu ke
waktu.
Perubahan bentuk muka bumi disebabkan oleh adanya tenaga yang berasal dari dalam bumi
yang disebut tenaga endogen dan tenaga yang berasal dari luar bumi yang disebut tenaga
eksogen. Akibat adanya kedua tenaga itulah yang menyebabkan permukaan bumi memiliki
bentuk yang tidak sama. Ada yang berupa gunung, pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah,
bukit, lembah, dan sebagainya. Perbedaan tinggi rendah permukaan bumi itu disebut relief.
FAKTOR PEMBENTUK MUKA BUMI DI DARATAN DAN LAUTAN
A. TENAGA ENDOGEN
Tenaga Endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi. Tenaga ini pada umumnya
memberikan berbagai bentuk relief kulit bumi dan bersifat membangun. Tenaga endogen
dapat dibedakan menjadi tiga bagian. Pembagiannya adalah sebagai berikut.
1) TEKTOGENETIK
Tektogenetik adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan adanya
perubahan letak kedudukan lapisan kulit bumi, baik secara horizontal maupun vertikal.
Gerakan tektogenetik dikenal dengan istilah dislokasi. Berdasarkan kecepatan gerak
lurus dan luas daerahnya, pembagian gerakan tektogenetik adalah sebagai berikut.
a. Gerakan epirogenetik adalah gerakan yang mengakibatkan turun naiknya lapisan
kulit bumi. Gerakan ini relatif lambat dan berlangsung agak lama di suatu daerah
yang luas. Contohnya pembentukan kontinen atau benua. Tanda-tanda yang
kelihatannya jelas dari gerak epirogenetik dapat dibedakan menjadi dua.
· Epirogenetik positif (perubahan permukaan laut positif) adalah gerak turunnya
suatu darata sehingga permukaan air laut kelihatan naik.
· Epirogenetik negatif (perubahan permukaan laut negatif) adalah gerak naiknya
suatu daratan sehingga permukaan air laut kelihatan turun.
b. Gerak orogenetik adalah gerakan atau pergeseran lapisan kulit bumi yang relatif
lebih cepat daripada gerakan epirogenetik serta meliputi daerah yang sempit. Gerak
orogenetik menyebabkan adanya tekanan horizontal atau vertikal pada kulit bumi
sehingga terjadilah peristiwa dislokasi, baik dalam bentuk lipatan maupun patahan.
Lipatan (fold)
Lipatan adalah suatu kenampakan yang diakibatkan oleh tekanan horizontal dan
tekanan vertikal pada kulit bumi yang plastis.
Lapisan yang melengkung membentuk lipatan yang besar, punggung lipatan atau
antiklinal dan lembah lipatan atau sinklinal. Lembah sinklinal yang sangat luas
disebut geosinklinal. Daerah ladang minyak bumi di Indonesia umumnya terletak
pada daerah geosinklinal yang oleh J.H.F Umgrove disebut idiogeosinklinal.
Adakalanya sebuah daerah lipatan terjadi dari beberapa antiklinal dan sinklinal.
Deretan semacam itu masing- masing disebut antiklinorium dan sinklinorium.
Lipatan (fold) terdiri atas berbagai bentuk, di antaranya sebagai berikut.
· Lipatan tegak (symmetrical fold) terjadi karena pengaruh tenaga radial,
kekuatannya sama atau seimbang dengan tenaga tangensial.
· Lipatan miring (asymmetrical fold) terjadi karena arah tenaga horizontal
tidak sama atau tenaga radial lebih kecil daripada tenaga tangensial.
· Lipatan rebah (overturned fold) terjadi karena tenaga horizontal berasal dari
satu arah.
· Lipatan menutup (recumbent fold) terjadi karena hanya tenaga tangensial
saja yang bekerja.
Patahan (fault)
Patahan adalah gejala retaknya kulit bumi yang tidak plastis akibat pengaruh tenaga
horizontal dan tenaga vertikal. Daerah retakan seringkali mempunyai bagian-bagian
yang terangkat atau tenggelam. Jadi, selalu mengalami perubahan dari keadaan
semula, kadang bergeser dengan arah mendatar, bahkan mungkin setelah terjadi
retakan, bagian-bagiannya tetap berada di tempatnya.
· Horst (tanah naik) adalah lapisan tanah yang terletak lebih tinggi dari daerah
sekelilingnya, akibat patahnya lapisan-lapisan tanah sekitarnya.
· Graben/slenk (tanah turun) adalah lapisan tanah yang terletak lebih rendah
dari daerah sekelilingnya akibat patahnya lapisan sekitarnya.
· Dekstral terjadi jika kita berdiri potongan yang berada di depan kita bergeser
ke kanan. Sinistral, jika kita berdiri di potongan sesar yang satu dan potongan
di depan kita bergeser ke arah kiri.
· Block mountain terjadi akibat tena ga endogen yang membentuk retakanretakan
di suatu daerah, ada yang naik, ada yang turun, dan ada pula yang
bergerak miring sehingga terjadilah satu kompleks pegunungan patahan yang
terdiri atas balok-balok litosfer.
2) GUNUNG API (VULKANISME)
Vulkanisme merupakan salah satu gejala alam yang mencakup peristiwa yang
berhubungan dengan naiknya magma (massa cair pijar) ke permukaan bumi melalui
suatu rekahan dalam kerak bumi. Magma yang sudah keluar disebut lava.
3) GEMPA BUMI (SEISME)
Terjadinya gempa bumi disebabkan oleh adanya pelepasan kekuatan yang berada dari
dalam bumi, yaitu sentakan asli yang bersumber dari dalam bumi merambat melalui
permukaan lalu menerobos permukaan kulit bumi karena keseimbangannya yang
terganggu. Batuan kulit bumi menjadi bergeser sampai tercapainya keseimbangan
kembali. Penyebab timbulnya gangguan keseimbangan itu di antaranya adalah karena
tenaga dari dalam bumi, peristiwa vulkanisme, tektonisme, dan tanah runtuh.
Menurut sebab terjadinya, gempa dibedakan menjadi tiga macam.
a) Gempa vulkanis
Gempa vulkanis adalah gempa yang terjadi akibat meletusnya gunung api. Apabila
gunung api akan meletus, maka timbulah tekanan gas dari dalam. Tekanan ini
menyebabkan terjadinya getaran yang kita sebut gempa bumi. Gempa vulkanis
hanya terdapat di daerah gunung api yang akan, sedang, atau sesudah meletus.
Bahaya gempa ini relatif kecil, tetapi sangat terasa di sekitarnya.
b) Gempa tektonik
Gempa tektonik disebabkan oleh gerak tektonik yang merupakan akibat dari gerak
orogenetik. Daerah yang seringkali mengalami gempa tektonik adalah daerah
pegunungan lipatan muda, yaitu rangkaian Pegunungan Mediterania dan Sirkum
Pasifik. Bahaya gempa ini sangat besar sekali sebab akibat gempa yang timbul,
tanah dapat mengalami retakan, terbalik bahkan dapat bergeser.
c) Gempa runtuhan (terban)
Gempa runtuhan dapat terjadi karena gugurnya atau runtuhnya tanah di daerah
tambang yang berbentuk terowongan atau pegunungan kapur. Pada umumnya di
pegunungan kapur terdapat gua yang disebabkan oleh korosi. Jika gua atau lubang
tersebut runtuh, maka timbullah gempa bumi. Namun, bahaya yang ditimbulkan
gempa bumi ini relatif kecil.
Lokasi episentrum (pusat gempa) pada suatu tempat dapat ditentukan dengan
menggunakan beberapa cara.
· Menggunakan tiga tempat yang terletak pada satu homoseista. Homoseista
adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mengalami atau
mencatat gelombang primer pada waktu yang sama.
· Menggunakan tiga sismograf yang ditempatkan pada sebuah stasiun gempa.
· Menggunakan tiga tempat yang telah diketahui jarak episentralnya.
Jika dari stasiun A diketahui jaraknya adalah XA, dari stasiun B adalah XB, dan
dari stasiun C adalah XC. Dengan titik A, B, dan C sebagai pusat lingkaran, dibuat
lingkaran yang masing-masing beradius XA, XB, dan XC. Ketiga lingkaran itu
berpotongan di sebuah titik. Maka titik itu merupakan episentrum yang dicari.
Cobalah perhatikan gambar berikut ini.
Jarak episentral dapat dihitung dengan menggunakan rumus Hukum Laska.
D = {(S – P) – 11} x 1 Megameter
Keterangan: D = Jarak episentral
S – P = selisih waktu antara gelombanga primer dan
sekundernya yang dicatat pada sismograf dalam satuan menit.
11 = Satu menit merupakan pengurangan tetap.
1 megameter = 1.000 kilometer.
Klasifikasi gempa juga dapat dibedakan berdasarkan pusat gempa (episentrumnya).
1) Berdasarkan bentuk episentrumnya
· Gempa linear memiliki episentrum berbentuk garis.
· Gempa sentral memiliki episentrum berbentuk titik.
2) Berdasarkan jarak episentrumnya
· Gempa setempat/lokal memilik i jarak episentrum kurang dari 10.000 km.
· Gempa jauh memiliki jarak episentrum sekitar 10.000 km.
· Gempa sangat jauh memiliki jarak episentrum sekitar 10.000 km.
3) Berdasarkan letak episentrumnya
· Gempa darat memiliki letak episentrum di daratan.
· Gempa laut memiliki letak episentrum di dasar laut atau permukaan laut.
B. TENAGA EKSOGEN
Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi. Tenaga ini bersifat merusak dan
mengikis kulit bumi, terutama pada bagian-bagian yang tinggi, tetapi sebaliknya tenaga
eksogen mengisi bagian-bagian yang rendah. Faktor yang berperan sebagai tenaga eksogen
adalah air, angin, organisme, sinar matahari, dan es. Tenaga eksogen bisa menyebabkan
terjadinya pelapukan (
weathering), erosi, denudasi, tanah longsor, dan tana h menjalar (soil creep). Jadi dengan
adanya tenaga eksogen, litosfer mengalami kerusakan kemudian dibangun lagi oleh tenaga
endogen, lalu dirusak lagi oleh tenaga eksogen, selanjutnya dibangun lagi oleh tenaga
endogen, dan seterusnya. Perhatikan gambar berikut!
BENTUK MUKA BUMI
A. BENTUK MUKA BUMI DI DARATAN
Dataran rendah
Dataran rendah merupakan suatu bentang alam tanpa banyak memiliki perbedaan
ketinggian antara tempat yang satu dan tempat lainnya. Daerah ini mempunyai ketinggian
mencapai 200 m di atas permukaan laut. Di Indonesia banyak kita jumpai wilayah dataran
rendah yang terjadi dari hasil sedimentasi material (tanah) yang dibawa oleh sungai-sungi
ke muara. Oleh karena itu, daerah ini juga disebut dataran aluvial. Misalnya dataran aluvial
di Sumatera bagian timur, Jawa bagian utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan,
Kalimantan Timur serta Irian Jaya bagian barat dan utara. Di pulau-pulau lain juga terdapat
aluvial, tetapi ukurannya sempit. Daerah dataran aluvial memiliki penduduk lebih padat
jika dibandingkan dengan daerah pegunungan karena dataran aluvial biasanya merupakan
daerah subur.
Dataran tinggi
Suatu daerah yang mempunyai ketinggian lebih tinggi dari daerah sekitarnya dan terbentuk
dari lapisan- lapisan batuan yang horizontal disebut dataran tinggi (plato). Seperti halnya
daerah pegunungan, sukar untuk menentukan batasan berapa ketinggian suatu daerah untuk
dapat disebut plato. Dataran tinggi biasanya lebih rendah dari pegunungan yang
mempunyai ketinggian sekitar 700 m. misalnya Dataran Tinggi Lembang, Dataran Tinggi
Bandung, dan Dataran Tinggi Dieng.
Pegunungan
Jika gunung-gunung terdapat dalam suatu kelompok, maka bentang alam itu disebut
pegunungan, misalnya Pegunungan Kapur Utara, Pegunungan Kendeng, Pegunungan
Schwaner, Pegunungan Kap uas Hulu di Kalimantan, Pegunungan Alpen di Australia, dan
Pegunungan Himalaya di India bagian utara yang berbatasan dengan RRC.
B. BENTUK MUKA BUMI DI LAUTAN
Permukaan dasar laut semula dianggap dalam keadaan datar dan tidak mempunyai bentuk,
tetapi beberapa ilmu pengetahuan lainnya telah membuktikan bahwa topografi dasar laut
memiliki bentuk yang kompleks seperti daratan. Bentuk-bentuk muka bumi di dasar laut
adalah sebagai berikut.
Bentuk relief dasar lautan utama
a) Continental shelf (landas kontinen) ialah relief dasar laut paling tepi yang
mengalami penurunan landai mulai dari pantai ke arah tengah lautan. Kemiringan
ke arah laut umumnya kurang dari satu derajat. Beberapa lembah sungai continental
shelf merupakan bukti bahwa suatu ketika continental shelf merupakan massa
daratan yang kemudian tenggelam dan mempunyai kedalaman antara 0-200 m.
b) Continental slope (lereng benua) ialah relief dasar laut yang letaknya berbatasan
dengan continental shelf, ke arah laut lerengnya menjadi curam membentuk
continental shelf. Sudut kemiringan biasanya tidak lebih dari lima derajat dan zona
ini mencapai kedalaman antara 200-2.000 m.
c) Deep sea plain ialah relief dasar laut yang letaknya berbatasan dengan continental
slope. Relief di zona ini bentuknya bervariasi, mulai dari yang rata sampai yang
berpegunungan atau berbentuk plato. Kadang-kadang juga terdapat puncak vulkanik
yang muncul di atas permukaan laut. Daerah ini meliputi dua pertiga dari seluruh
dasar laut dan terletak pada kedalaman antara 2.000-3.000 m.
d) The deeps ialah relief dasar laut yang paling dalam dan dikarakterisasikan dengan
adanya palung yang mencapai kedalaman lebih dari 6.000 m.
BERBAGAI BENTUKAN YANG BERKAITAN DENGAN VULKANISME
A. PENGERTIAN VULKANISME
Vulkanisme ialah peristiwa alam yang berhubungan dengan pembentukan gunung api,
yaitu pergerakan magma di kulit bumi (litosfer) menyusup ke lapisan lebih atau ke luar
permukaan bumi. Jadi, gejala vulkanisme itu mencakup peristiwa intrusi magma dan
ekstrusi magma.
B. GEJALA VULKANISME
INTRUSI MAGMA
Intrusi magma adalah proses terobosan magma ke dalam lapisan kulit bumi (litosfer) tetapi
tidak sampai keluar dari permukaan bumi.
Bentuk Intrusi magma Sebagai berikut :
a) Batolit adalah batuan beku yang terbentuk dalam kapur magma karena penurunan
suhunya yang sangat lambat.
b) Lakolit adalah batuan beku yang terjadi pada dua lapisan litosfer dan bentuknya
menyerupai lensa cembung
C. c) Keping intrusi atau sill adalah sisipan magma yang membeku di antara dua
lapisan litosfer tidak cembung dan relatif tipis serta melebar
c) Gang atau dike/retas (korok) adalah batuan hasil intrusi magma yag memotong
lapisan-lapisan litosfer dengan bentuk piph atau lempeng.
d) Apofisa adalah gang yang relatif kecil dan merupakan cabang gang
e) Diatrema adalah batuan pengisi pipa letusa n yang berbentuk silinder mulai dari dapur
magma sampai ke permukaan bumi.
EKSTRUSI MAGMA
Ekstrusi magma adalah peristiwa menyusupnya magma keluar permukaan bumi yang
menyebabkan terbentuknya vulkano atau gunung api. Jadi, semua bentuk ekstrusi magma
serta prosesnya dimasukkan dalam pengertian istilah vulkanisme.
Erupsi berdasarkan bentuk lubang keluarnya magma dibedakan sebagai berikut :
a. Erupsi Linier
b. Erupsi Areal
c. Erupsi Sentral
GEJALA PASCA VULKANISME, PEMANFAATAN
A. GEJALA PASCAVULKANISME
Gejala pascavulkanisme ditandai dengan kegiatan sebagai berikut.
1) Sumber gas atau ekshalasi mengeluarkan gas- gas sebagai berikut.
· Gas belerang (H2S) yang dinamakan solfatar, terdapat di Gunung Welirang,
Gunung Arjuna, dan Gunung Anjasmoro (Jawa Timur).
· Gas uap air (H2O) yang dinamakan fumarol, terdapat di Kawah Kamojang
(Jawa Barat), Pegunungan Dieng (Jawa Tengah), dan Sulawesi Utara.
· Gas asam arang (CO2) yang dinamakan mofet terdapat di Kawah Timbang
dan Sinila Diaeng (Jawa Tengah), Gunung Tangkuban Perahu, Gunung
Papandayan, Ciremekati (Jawa Barat), dan Kawah Ijen (Jawa Timur).
2) Sumber air panas (term) letaknya di Cipanas (Jawa Barat), Baturaden (Jawa
Tengah), dan Cangar (Jawa Timur).
4) Sumber air mineral (makdani), misalnya zat belerang yang terdapat di Maribaya
(Jawa Barat) dan Baturaden (Jawa Tengah).
5) Geyser adalah air panas yang memancar dari dalam bumi, biasanya tidak memancar
terus- menerus, tetapi secara berkala. Misalnya di Cisolok (Jawa Barat).
B. MANFAAT GUNUNG API
Manfaat adanya gunung api adalah sebagai berikut.
1) Abu vulkanik yang dikeluarkan oleh gunung api bersifat menyuburkan tanah
pertanian di sekitarnya sehingga dapat meningkatkan produksi pertanian penduduk.
2) Bahan galian gunung berapi, misalnya bijih logam, besi, emas, tembaga, dan perak
biasanya terdapat di daerah bekas vulkan (gunung berapi).
3) Hasil letusan dapat digunakan sebagai bahan bangunan (pasir batu).
4) Daerah gunung berapi yang tinggi, misalnya Gunung Semeru dan Gunung Merapi
biasanya dapat dipakai sebagai daerah penangkap hujan.
5) Dapat memberikan kemungkinan adanya irigasi yang baik serta PLTA.
6) Memberi kemungkinan untuk mengusahakan bermacam- macam tanaman budidaya.
7) Dapat dijadikan sebagai objek wisata yang menarik dengan adanya gejala
pascavulkanisme, seperti Pegunungan Dieng, Gunung Bromo, dan Kawah Tiga
Warna di Flores.
BENTUK MUKA BUMI YANG BERKAITAN DENGAN EROSI,
DENUDASI DAN SEDIMENTASI
A. BENTUK MUKA BUMI AKIBAT PROSES EROSI
Erosi adalah peristiwa hilangnya dan terangkutnya runtuhan batuan oleh suatu tenaga di
permukaan tanah, misalnya dilakukan oleh air, angin, atau gletser. Air yang mengalir di
sungai melakukan erosi terhadap batuan yang dilaluinya, baik pada bagian tepi maupun
pada bagian dasar sungainya.
Erosi oleh sungai
Proses erosi sungai dapat menentukan tingkat usia sungai.
a) Stadium muda (young stream)
Sungai dikatakan dalam stadium muda apabila terjadi ketidakseimbangan antara proses
erosi dan sedimentasi, di mana erosi jauh lebih besar dibandingkan dengan sedimentasi.
Tanda-tandanya adalah
· proses erosi sangat aktif, baik erosi ke bawah maupun erosi ke samping.
· lembahnya mempunyai lereng yang terjal (berbentuk huruf V)
· banyak dijumpai air terjun (waterfall)
· pengikisan vertikal lebih kuat dibandingkan dengan pengikisan horizontal
b) Stadium dewasa (mature stream)
Sungai dikatakan dalam stadium dewasa apabila sudah terdapat keseimbangan antara
proses erosi dan sedimentasi. Tanda-tandanya adalah
· kecepatan alirannya berkurang
· lerengnya tidak tidak terlalu tajam (berbentuk huruf U)
· erosi ke bawah sudah tidak begitu kuat
c) Stadium tua (old stream)
Sungai dikatakan dalam stadium tua apabila pada bagian hilirnya terjadi pengendapan yang
sangat besar, sedangkan di bagian hulunya hanya terjadi sedikit sekali atau sama sekali
sudah tidak ada erosi. Tanda-tandanya adalah
· proses erosi sangat kecil, sedangkan proses sedimentasi sangat besar
· terdapatnya dataran banjir (flood plain), yaitu daerah di kiri dan kanan sungai apabila
sungai mengalami banjir akan tergenang dan terdapat endapan-endapan material, sewaktu
air telah surut endapan material tersebut tertinggal
· dijumpai adanya meander
Erosi oleh air laut (abrasi)
a) Desakan yang kuat dari gelombang yang memecah pantai mempunyai pengaruh
langsung pada pantai dan secara tidak langsung menekan air yang terjebak di dalam
retakan batuan dan batuan itu mengalami retakan lebih besar lagi ketika air kembali ke
laut.
b) Pecahan-pecahan batuan di dalam air menggelinding pada dasar cliff yang akhirnya
melahirkan proses korasi. Proses ini bisa terjadi di pantai-pantai yang terdiri atas batuan
yang mudah larut, misalnya batu kapur. Akibat erosi dari pelarutan kalsium karbonat
oleh air menyebabkan batuan menjadi melemah dan akhirnya hancur.
c) Cliff atau tebing pantai
Cliff adalah pantai dengan batuan keras yang terjal de ngan pegunungan yang curam.
Perjaan erosi laut terjadi pada zona yang relatif sempit dan datar sehingga cliff tidak
stabil dan runtuh. Jika muka cliff yang mundur tertinggal oleh dasar yang telah dierosi
maka disebut wave cut platform. Pada tempat ini material hasil erosi diendapkan.
d) Cave (gua), arch, stack, dan stump
Pengerjaan erosi laut mencapai batuan yang lembut di sepanjang dasar cliff, seperti
pada garis patahan atau sejenisnya karena erosi ini mungkin terjadi bentuk yang disebut
cave (gua). Jika cave ini terbentuk pada kedua sisi erosi yang berkelanjutan akan terus
menerobos dan kedua gua itu bersatu sehingga terjadilah arch. Arch ini terus menerus
terkena erosi, yang tertinggal hanya tiang-tiang batu yang berdiri jauh dari cliff, ini
yang disebut stack. Erosi pada dasar stack terus berlangsung sehingga stack itu runtuh
dan terdapat di bawah permukaan air laut dan ini yang disebut stump.
e) Pantai fjord adalah pantai yang berlekuk- lekuk jauh menjorok ke arah daratan (seperti
teluk yang sempit), tebingnya sangat curam, lembahnya berbentuk huruf V dan
biasanya dasar lautnya dalam, tetapi ambangnya dangkal.
B. BENTUK MUKA BUMI AKIBAT PROSES SEDIMENTASI ATAU
PENGENDAPAN
Seperti telah diketahui bahwa bahan-bahan yang diangkut oleh air yang mengalir,
gelombang dan arus laut, angin, dan gletser, pada suatu waktu akan diendapkan di suatu
tempat, entah untuk sementara waktu atau untuk jangka waktu yang lama. Hal ini
disebabkan zat pengangkut memperlambat gerakannya atau berhenti sama sekali.
Jika disimpulkan maka sedimentasi itu dapat terjadi apabila daya angkut zat berkurang
dan beban yang harus diangkut terlalu banyak sehingga melebihi daya angkut zat yang
bersangkutan.
Proses sedimentasi oleh sungai
a) Floodplain merupakan endapan atau dataran banjir. Menurut tempatnya dapat
dibedakan menjadi channel bar, delta bar, meander bar, dan tanggul alam.
· Channel bar adalah endapan yang terdapat di tengah lembah sungai.
· Delta bar adalah endapan di muara anak sungai pada sungai induk.
· Meander bar adalah endapan yang terdapat di tikungan dari meander.
· Tanggul alam adalah punggungan rendah di tepi sungai yang terbentuk
akibat banjir.
b) Delta merupakan endapan yang terdapat di muara sungai dan memiliki bentuk
seperti delta atau segitiga.
C. BENTUK MUKA BUMI AKIBAT PROSES DENUDASI
Denudasi adalah proses pengelupasan batuan induk yang telah mengalami proses
pelapukan atau akibat pengaruh air sungai, panas matahari, angin, hujan , embun beku dan
es yang bergerak ke laut. Pada umumnya denudasi terdapat pada lereng- lereng pegunungan
yang dipengaruhi oleh gaya berat dan erosi sehingga bagian terluar terangkat dan daerah
tersebut akan mengalami ketandusan karena tidak mempunyai lapisan tanah lagi.
Pada daerah kapur terjadi pelapukan kimiawi (bukan organis) , daerah kapur berup a daerah
pegunungan dengan perbedaan suhu antara siang dan malam tidak terlalu besar.
Iklim Hujan tropis
Iklim hujan tropis terjadi banyak hujan akibatnya tingkat erosi tinggi. Karena tingkat erosi
yang tinggi mengakibatkan perubahan bintang alam yang ditunjukkan oleh adanya :
1. bukit sisa
2. lahan kritis
3. dataran fluvial
PENGARUH BENTUK MUKA BUMI TERHADAP KEHIDUPAN
A. KEHIDUPAN DI DATARAN RENDAH
Penduduk di daerah pantai pada umumnya bekerja di laut sebagai nelayan, berdagang,
dan sebagai petani garam karena letak wilayahnya dekat dengan laut dan pelabuhan. Di
samping itu, banyak yang bekerja di sektor pertanian sebagai petani sawah dan tegalan.
Di daerah pantai yang landai dijumpai adanya tambak udang dan bandeng.
B. KEHIDUPAN DI DATARAN TINGGI ATAU PLATO
Penduduk yang hidup di daerah yang berbentuk horizontal bekerja di sektor pertanian
sebagai petani sawah atau ladang, di tegalan, perkebunan, dan kehutanan, sedangkan
daerah stepa banyak diusahakan untuk sektor peternakan.
C. KEHIDUPAN DI DAERAH PEGUNUNGAN
Penduduk di daerah pegunungan umumnya bekerja di sektor perkebunan. Namun di
daerah ini tidak semua tanaman dapat hidup. Makin tinggi suatu tempat, makin rendah
suhu di daerah tersebut sehingga jenis usahan perkebunan yang ada berupa pertanian
hortikultura, perkebunan teh, kina dan sebagainya.
PERSEBARAN BENTUK MUKA BUMI DAN POTENSINYA SEBAGAI
PENUNJANG KEHIDUPAN
Bentuk muka bumi dapat memberikan potensi sebagai penunjang kehidupan. Suatu daerah
yang bercirikan homogenitas tertentu, berkenaan dengan iklim dan kondisi alam lainnya.
Bentuk muka bumi yang berbeda dapat menimbulkan corak kehidupan pendudukan yang
berbeda pula. Namun, di daerah dengan relief yang sama pun dapat terjadi corak kehidupan
penduduk yang berbeda, misalnya karena keadaan iklim yang berbeda.
a. Daerah dataran rendah dikembangkan untuk usaha:
· pertanian, khususnya jenis tanaman budidaya berupa padi, tembakau, karet, kelapa,
dan tebu.
· industri, hal ini jika faktor pendukung, baik bahan baku, transportasi, maupun
pemasaran memungkinkan.
· perikanan dan peternakan.
b. Daerah pegunungan rendah, dikembangkan untuk usaha
· perkebunan teh, sayur-sayuran, buah-buahan
· peternakan yang cocok dilakukan di daerah plato.
c. Daerah pegunungan tinggi dikembangkan untuk tanaman pinus.
d. Daerah zona dingin tidak terdapat tanaman budidaya.
Persilangan antara jagung lokal dan jagung hibrida mengakibatkan lebih banyak produksi
jagung dengan penambahan unsur Pupuk.